close

Suku Sunda – Sejarah, Keunikan dan Adat Istiadat

Suku Sunda – Diantara banyaknya suku-suku asli yang berada di Indonesia, suku Sunda merupakan salah satu suku unik. Sebab, ada banyak hal yang dikagumi oleh suku-suku lainnya jika kita membahas urang Sunda asli ini.

Selain tutur bahasanya yang tergolong halus dan menawan, orang-orang Sunda asli juga dikenal sebagai sosok yang rupawan. Namun, seberapa unik kebudayaan suku ini?

Untuk mengupas lebih dalam, kali ini kita akan membahas banyak hal. Seperti ciri khas yang dimiliki, adat istiadat, kebiasaan hingga kesenian suku yang mendiami sebagian besar wilayah di Jawa Barat tersebut.


Sejarah Suku Sunda

Menurut sejarah, Sunda ini sendiri merupakan nama yang digunakan untuk menandai dataran di sebelah barat di kawasan India Timur. Sedangkan untuk masa suku Sunda sendiri merupakan masyarakat yang ada di pulau Jawa.

Suku ini mendiami wilayah Jawa Barat, dimana dahulunya tempat ini biasa dinamai sebagai Tatar Sunda atau Tanah pasuruan. Wlaupun suku ini sebagian kecil juga bertempat tinggal di provinsi lain.

Tetap saja, wilayah utama yang mereka diami adalah beberapa wilayah tersebar di kawasan Jawa Barat. Sejarah yang mencatat tentang suku ini sudah dimulai semenjak abad ke 20 silam.


Budaya Suku Sunda dan Keunikannya

Suku Sunda Berasal Dari Provinsi Jawa Barat
Suku Sunda Berasal Dari Provinsi Jawa Barat

Selain sejarah, kita juga akan membahas tentang apa saja fakta-fakta unik serta kebudayaan suku ini yang menarik dan seru untuk diketahui. Salah satu fakta uniknya adalah tata cara bicara yang sangat lembut.

Kamu akan terpana jika mendengar orang Sunda sedang berbicara. Mereka selalu menggunakan nada-nada romantis. Untuk lebih mengenal suku ini, berikut kumpulan fakta unik suku Sunda.

Ciri Khas

Salah satu hal yang paling menonjol dan mudah untuk membedakan suku ini dengan suku-suku lainnya di Indonesia adalah logat berbahasanya. Masyarakat asli sunda pasti memiliki logat bicara yang sangat lembut, sopan dan halus.

Hal ini juga yang membuat banyak orang menjadi tertarik dan menyukai mereka. Sebab, dalam tutur bahasa mereka tersebut, sangat kental dengan pola adat istiadat, kebudayaan dan etika kesopanan.

Mereka memiliki pedoman untuk selalu menghargai sesamanya dengan baik. Mungkin, hal ini juga yang membuat orang-orang di suku tersebut sangat baik dalam bertutur bahasa.

Rumah Adat

Walaupun di zaman yang sudah canggih ini mungkin kita akan kesulitan menemukan rumah adat asli dari suku ini. Namun, kamu harus mengetahui beberapa istilah atau nama dari rumah adat tersebut.

Jika dipelajari dari peninggalan sejarah dan leluhur orang Sunda, maka kamu akan mengenali rumah adat mereka banyak menggunakan peralatan yang terbuat dari alam. Sebab, mereka memang sangat dekat dengan alam.

Pos Terkait:  Suku Toraja - Sejarah, Kebudayaan dan Adat Istiadat

Namun, seiring dengan perkembangannya, bagian pondasi dan atap rumah-rumah mereka sudah menggunakan bahan-bahan yang lebih kokoh. Misalnya saja dengan menggunakan batu.

Tentu saja, salah satu ciri khasnya adalah memiliki leuit yang merupakan istilah untuk lumbung padi. Bangunan ini biasanya akan sangat mudah dijumpai di setiap rumah orang Sunda.

Nama-nama atau sitilah yang digunakan untuk masing-masing rumah adat asli Sunda adalah Badak Heuay, Jolopong, Perahu Kemureb, Capit Gunting, Tagok Anjing dan Julang Ngapak.

Tarian Adat

Ada banyak sekali jenis tarian yang dilakukan di berbagai acara oleh masyarakat asli Sunda ini. Namun, kali ini kita akan membahas tentang 3 tarian yang populer serta dikenal banyak orang.

Ketiga jenis tarian ini merupakan kesenian asli dari suku tersebut. Tarian pertama dinamai sebagai tari Jaipong. Walaupun masih merupakan jenis kesenian asli Sunda, ternyata tarian ini sudah dimodifikasi secara modern.

Kemudian kamu juga bisa mengenal tentang tari Topeng. Dimana tarian ini sudah dikenal semenjak abad ke 19 silam. Penari yang akan menarikan tarian tersebut dilengkapi dengan beragam jenis topeng berbeda.

Kemudian, tari rampak gendang. Ini merupakan jenis tarian yang akan menyeimbangkan gerakan sang penari dengan iringan instrumen alat musik salah satunya adalah gendang.

Pakaian Adat

Hal unik lainnya yang bisa kamu temukan ketika kita membahas suku ini adalah masalah pakaian adat yang mereka miliki. Sebab, pakaian tersebut dibedakan. Umur, pangkat, dan sastra sosial menjadi patokannya.

Pertama adalah jenis pakaian yang akan digunakan oleh golongan rakyat biasa. Untuk laki-laki biasanya hanya menggunakan celana komprang dilengkapi dengan sabuk kulit, bagian atasan menggunakan baju kampret.

Sedangkan bagi para wanita, menggunakan menggunakan kain batik panjang, kamisol, baju kebaya, ikat pinggang dan selendang corak batik. Untuk kelas menengah para pria menggunakan baju putih, kain kebat dan arloji emas.

Sedangkan untuk para wanita kaum menengah menggunakan baju kebaya dengan beragam warna, kain kebat, selendang dan perhiasan serta aksesoris yang lumayan mahal di kelasnya.

Untuk bangsawan pria, mereka menggunakan atasan jas beludru hitam, menggunakan sulaman benang emas, sabuk emas, kain dodot, selop serta penutup kepala berupa bendo mahal.

Sedangkan untuk wanita menggunakan kebaya dari bahan beludru warna hitam, selop menggunakan aksesoris yang memiliki manik-manik, kain kebat dan perhiasan dari emas maupun berlian.

Upacara Adat

Leluhur di suku manapun di Indonesia pastinya menurunkan beberapa jenis adat istiadat yang akan diteruskan oleh generasi berikutnya. Begitu juga dengan upacara adat yang ada di suku ini.

Pos Terkait:  7 Senjata Tradisional Jawa Tengah dan Penjelasannya

Misalnya saja upacara seren taun, yang merupakan bentuk pengucapan syukur kepada Tuhan karena memberikan hasil panen kepada suku ini. kegiatannya berupa pemikulan padi dari sawah ke bagunan leuit.

Dalam mengantarkan hasil sawah atau padi ini masyarakat akan membuat gerakan khas yang diiringi dengan musik tradisional. Kemudian, acara ini ditutup dengan pertemuan para sesepuh.

Ada juga upacara sepitan yang merupakan acara untuk sunatan. Sebelumnya, acara ini dilakukan dengan memandikan anak yang akan disunat kedalam sebuah kolam terlebih dahulu.

Untuk ibu hamil yang sudah memasuki usia kandungan 7 bulan juga dilaksanakan upacara tingkeban. Ini adalah bentuk dari permohonan perlindungan untuk sang janin dan ibu yang mengandung tersebut.

Bahasa Adat

Bahasa adat Sunda ini berasal dari Melayu-Polinesia. Penduduk yang menggunakan bahasa Sunda ini bermukim di wilayah Tatar Sunda. Dan, tentu saja da beberapa penduduk yang berada di sebelah barat Jawa Tengah.

Selain itu, ada beberapa jenis dialek bahasa Sunda yang kerap digunakan oleh nenek moyang mereka yakni dialek Selatan, Barat, Utara, Timur dan tenggara. Variasi dialek ini biasanya akan dijumpai di berbagai wilayah-wilayah tertentu.

Menurut catatan sejarah, banyak yang sudah menemukan bukti penggunaan bahasa Sunda kuno yang dituliskan pada lontar dan prasasti.

Makanan Khas

Pastinya kamu juga penasaran tentang apa saja makanan khas suku Sunda ini bukan? Sebenarnya,ada banyak sekali jenis makanan khas suku ini yang bisa ditemukan hingga saat sekarang ini.

Misalnya Peuyeum Bandung, ini merupakan makanan khas Sunda yang berupa tape atau hasil fermentasi dari singkong dengan cita rasa yang lezat. Kemudian, kita juga bisa mengenal istilah nasi tutug oncom.

Ini merupakan makanan yang dibuat dari campuran oncom dan nasi. Proses pencampurannya sendiri dilakukan dengan cara menumbuk kedua bahan pokok makanan tersebut.

Kemudian kamu juga bisa menemukan makanan lainnya yang tak kalah unik dan enak yakni balog menes. Bahan utama kue balok ini adalah singkong serta olahan parutan kelapa.

Mata Pencaharian

Kemudian, kita akan membahas juga masalah mata pencaharian dari suku ini. dari mulai nenek moyangnya, suku ini biasanya menghidupi keluarganya dengan bertani dan berladang.

Bahkan, dinyatakan bahwasnaya suku ini masih berladang dengan berpindah-pindah tempat hingga abad ke 19. Mereka banyak menggunakan alam dan bercocok tanam disebabkan tingkat kesuburan tanah yang baik.

Tentu saja, ada sebagian masyarakat yang membuka usaha untuk berdagang atau berjualan selain memilih hidup sebagai petani yang nantinya hanya bekerja untuk pengolahan lahan.

Agama

Untuk masalah agama, kebanyakan masyarakat Sunda menganut agama Islam. Tapi tetap ada beberapa penduduk yang menganut agama hindu, katolik, budha dan kristen.

Pos Terkait:  Suku Melayu - Sejarah, Keunikan dan Kebudayaan

Bahkan, penemuan tentang kepercayaan mistis atau praktek sinkretisme masih bisa didapatkan di bagian selatan wilayah Sunda ini. hal ini dilakukan oleh masyarakat untuk menyeimbangkan kehidupan mereka dengan alam.

Karena kebudayaan orang Sunda ini sangat kental dan selalu dijunjung tinggi, maka keseimbangan terhadap sesama akan dilakukan dengan cara kegiatan gotong-royong dan keseimbangan dengan alam dengan upacara adat.

Alat Musik

Masyarakat Sunda kuno sudah dikenal dengan kreativitas mereka yang tidak mengenal batas. Hal ini juga berdampak terhadap adat istiadat dan kesenian mereka tersebut.

Seperti beberapa alat musik peninggalan sejarah yang masih bisa kita temukan saat ini dari suku tersebut. Misalnya saja Calung, alat ini dibuat dari bambu dan mirip dengan angklung.

DI sunda kamu juga mengenal kecapi suling yang merupakan perpaduan suara kecapi serta suara suling untuk menghasilkan irama yang merdu. Biasanya, alat ini digunakan untuk mengiringi nyanyian khas Sunda.

Sistem Kekerabatan

Ketika kamu mempelajari sejarah tentang suku ini, maka kamu akan menemukan sistem kekerabatan Sunda yang tergolong unik. Sebab akan ada istilah 7 generasi ke atas serta 7 generasi ke bawah.

Untuk urrutan 7 generasi keatas ini sendiri dimulai dari orang tua, embah, buyut, bao, jangga wareng, udeg-udeg, dan kekerabatan paling atas adalah gantung siwur.

Sedangkan untuk istilah dari 7 kekerabatan di bawah biasa dimulai dari anak, incu (sebutan untuk cucu), buyut, bao, jangga wareng, dan gantung siwur.

Senjata Tradisional

Untuk masalah senjata tradisional, suku Sunda dinamai dengan kujang. Kujang sendiri diambil dari banyak penamaan, dimana kata ujang yang diperuntukkan bagi manusia.

Sedangkan kata Hyang yang dinyatakan sebagai titipan atau kekuasaan dewa. Konon kabarnya kujang ini sudah mulai dibuat di abad ke 8. Dan, dahulu kala, sanga pembuat kujang ini dinamai sebagai guru Teupa.

Pada masa kerajaan, Kujang ini hanya dimiliki oleh kalangan tertentu saja. Sebab, tidak smeua orang bisa dan boleh memilikinya. Penggunaan kujang akan bergantung kepada status sosial seseorang.

Lihat juga :