close

22 Tarian Tradisional Indonesia Beserta Daerah Asalnya

Tarian Tradisional Indonesia – Indonesia kaya akan kearifan lokal yang mencerminkan budaya daerah setempat. Kearifan lokal yang terdapat di Indonesia sangat beragam mulai dari pakaian adat, upacara, hingga tari tradisional.

Jenis tari ini menjadi salah satu kearifan lokal yang berulang kali mengharumkan nama Indonesia di mata internasional. Tarian adat dari Indonesia ini tak hanya populer di negeri sendiri, namun telah tenar hingga seluruh penjuru dunia.

Banyak penari berbakat yang dikirim sebagai delegasi Indonesia untuk tampil di berbagai kompetisi internasional. Tarian adat yang berasal dari negara ini tak jarang menuai decak kagum di panggung kelas dunia.

Bahkan banyak orang luar negeri yang datang ke Indonesia untuk belajar bahkan kuliah seni tari khas nusantara. Mereka datang jauh-jauh dari negara asalnya untuk mempelajari langsung tari tradisional tersebut.

Macam-Macam Tari Tradisional

Indonesia memiliki beragam tarian adat yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Banyaknya tari tradisional di Indonesia tentu saja dipengaruhi oleh ribuan suku yang telah lama menghuni nusantara.

Suku-suku di Indonesia kaya akan sejarah dan tradisi yang menjadi ciri khas gerakan tariannya. Tak jarang juga tarian adat tersebut mengambil unsur kisah legenda atau cerita rakyat daerah setempat.

Tari tradisional di Indonesia tentu saja memiliki ciri-ciri yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Apakah kamu penasaran jenis-jenis tarian adat di negara ini? Yuk simak penjelasan lengkapnya pada poin-poin berikut ini.

Tari Pendet (Bali)

Tari Pendet terdengar akrab di telinga orang Indonesia. Tak hanya itu, tari ini juga tak asing bagi turis karena berasal dari Bali. Tarian ini menjadi salah satu ikon Pulau Dewata sehingga sering dipentaskan untuk beragam acara.

Di Bali, Tari Pendet sering digunakan sebagai bagian dari acara penyambutan wisatawan baik lokal maupun asing. Namun, tari ini juga sering dipentaskan dalam sebuah upacara persembahan atau ritual tertentu.

Bagi umat Hindu, tari Pendet sering ditampilkan dalam pemujaan di Pura. Keunikan tari ini yaitu memiliki gerakan yang meliuk cantik dan dinamis. Tari yang satu ini biasanya dipentaskan oleh penari perempuan karena identik dengan keanggunan.

Tari Gambyong (Jawa Tengah)

Tari Gambyong berasal dari Surakarta, namun dijadikan ikon provinsi Jawa Tengah secara keseluruhan karena mencerminkan keluwesan dan kelembutan masyarakatnya.

Gerakan tubuh yang ditonjolkan pada tari ini mulai dari kepala, tangan, hingga kaki. Tak hanya itu, dalam setiap tariannya, para penari selalu menatap menatap lekukan jari-jari tangan yang bergerak lembut.

Tari yang gerakannya lambat nan lembut ini sering ditampilkan saat acara acara penyambutan tamu. Selain itu, tari Gambyong juga acapkali dipakai untuk upacara keagamaan dan pernikahan.

Tari Gambyong memiliki ciri-ciri yaitu menggunakan gamelan sebagai musik pengiring. Para penarinya juga selalu memakai pakaian adat Jawa mulai dari jarik, selendang, hingga kebaya kemben.

Tari Bali (Bali)

Tari ini memiliki kaitan yang erat dengan kesakralan di Bali karena biasanya dipentaskan dalam beragam acara ritual. Ritual yang biasanya menampilkan tari Bali sebagai seni pertunjukkan yaitu upacara persembahan untuk para dewa, leluhur, hingga penguasa alam.

Tari Bali tercipta dari pengaruh alam yang menginspirasi pencipta tarian ini untuk membuat rangkaian gerakan yang indah. Sehingga tari ini memiliki gerakan unik, dinamik, serta beragam varian.

Apakah kamu penasaran gerakan apa saja yang terkandung di dalam tari Bali? Dasar gerakan tari yang satu ada 3 yaitu agem, tandang, dan tangkep. Para penari harus bisa menarikan seluruh bagian tubuh mulai dari kepala hingga kaki.

Tari Kipas (Sulawesi Selatan)

Tari yang berasal dari Sulawesi Selatan ini mencerminkan kehalusan dan kelembutan perempuan daerah setempat. Tari ini juga menjadi wujud ketegasan dan karakter keras laki-laki Sulawesi Selatan yakni bisa dilihat dari iringan musiknya yang menghentak.

Walaupun musik pengiringnya terdengar keras dan menghentak, namun gerakan tari ditampilkan dengan lemah gemulai dan lembut oleh penari perempuan.

Tari yang satu ini menggunakan kipas sebagai propertinya. Para penari menampilkan gerakan yang lembut sambil mengayunkan kipas. Kipas harus tetap melambai-lambai seirama dengan musik pengiringnya.

Hal yang unik dari tari tradisional ini yaitu kaki bergerak secara tertahan di lantai, namun penari tetap harus mengayunkan kipas dengan tangan.

Tari Piring (Sumatera Barat)

Tari Piring berasal dari Solok, namun kini menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau. Tari yang telah dikenal luas rakyat Indonesia ini menggunakan properti piring.

Pos Terkait:  Tari Sekapur Sirih Berasal Dari Daerah...

Penari harus menjaga dua buah piring di telapak tangannya agar tidak jatuh dengan diayunkan secara perlahan, lembut, dan seirama dengan musik pengiring.

Tari yang satu ini biasanya dipentaskan dalam upacara adat yaitu pengangkatan penghulu, khitanan, pernikahan, hingga panen. Namun, kini tari Piring juga dijadikan sebagai seni pertunjukkan untuk acara penyambutan tamu serta festival budaya.

Kostum untuk laki-laki memakai busana rang mudo lengkap dengan aksesorisnya. Sedangkan untuk penari perempuan yaitu baju kurung, kain songket, selendang, dan lain sebagainya.

Tari Remo (Jawa Timur)

Tari Remo merupakan seni pertunjukkan khas Jawa Timur. Tari yang satu ini mencerminkan seorang pangeran yang gagah berani di medan pertempuran.

Tak hanya dipentaskan oleh laki-laki, tari Remo juga sering ditampilkan oleh penari perempuan. Tari yang satu ini menonjolkan gerakan rancak dan dinamis pada kaki.

Gerakan tersebut harus seirama dengan musik pengiring, sehingga selaras dengan bunyi gelang lonceng yang diikatkan pada kaki penari. Gerakan kepala, ekspresi wajah, ayunan selendang, hingga kuda-kuda penari juga menjadi keunikan tari yang satu ini.

Tarian adat yang satu ini biasanya dipentaskan sebelum dimulainya pagelaran Ludruk. Tak jarang, tari Remo juga ditampilkan dalam acara penyambutan tamu.

Tari Saman (Aceh)

Tari yang berasal dari Aceh ini terbilang paling populer, tak hanya di Indonesia. Tari Saman sudah tak asing lagi di telinga masyarakat dunia. Tari yang telah dicatat oleh UNESCO sebagai warisan dunia pada tahun 2011 ini memang tidak diragukan lagi keunikannya.

Keunikan yang pertama yaitu jumlah penarinya, namun harus selalu ganjil. Hal unik lainnya yaitu gerakan tangan para penari menghasilkan suara, pukulan, dan ayunan yang kompak.

Para penari memainkannya dengan duduk rapi dan berjejer lalu melakukan gerakan seragam. Tari Saman dimulai dengan ayunan tangan lambat hingga yang gerakannya cepat. Di Aceh, tari ini biasanya dipentaskan dalam acara adat atau keagamaan.

Tari Seudati (Aceh)

Tari Seudati telah ada seiring dengan penyebaran agama Islam di Aceh. Pada waktu tari ini digunakan sebagai media dakwah di Aceh. Tak heran jika tari yang satu ini memiliki nuansa Islami yang kental.

Tari yang berasal dari daerah Aceh ini memiliki ciri-ciri gerakan yang bersemangat dan penuh suka cita. Tari ini mencerminkan kebersamaan dan kekompakan jika dilihat dari gerakan seluruh tubuh penari yang sangat aktif.

Tari tradisional yang satu ini tak hanya diiringi musik, namun juga syair-syair. Syair-syair yang dilantunkan biasanya bertema keagamaan, kisah alam, hingga kebangsaan. Pada zaman dahulu, tari ini berfungsi untuk memberi semangat rakyat Aceh melawan penjajah.

Tari Payung (Sumatera Barat)

Tari menggunakan payung sebagai properti ini lahir di daerah Minangkabau, Sumatera Barat. Tari Payung sampai di Sumatera Barat karena dibawa oleh bangsawan Melayu pada masa kolonial.

Tari ini biasanya ditampilkan secara berpasangan oleh pemuda dan pemudi. Tari Payung menggambarkan kisah cinta orang muda yang sedang piknik. Tak hanya itu, tari ini juga mencerminkan kebahagiaan pengantin baru.

Versi lain menyebutkan bahwa payung digunakan sebagai media untuk menjauhkan diri dari hal-hal negatif.

Tak berbeda jauh dengan tarian khas Minangkabau lainnya, tari Payung memiliki gerakan gemulai dengan tempo yang cepat. Keunikan tari Payung yaitu iramanya yang begitu bervariasi mulai dari lambat hingga cepat.

Tari Topeng (Jakarta)

Tari yang menjadi salah satu ikon masyarakat Betawi ini berasal dari Jakarta. Tari yang satu ini memiliki ciri khas penggunaan topeng sebagai propertinya.

Tari yang satu ini memadukan gerakan, musik pengiring, hingga lagu yang memanjakan mata para penontonnya. Tari ini menghadirkan 3 jenis topeng yaitu panji, samba, dan jingga.

Panji yang berwarna putih sebagai simbol sesuatu sakral, bijaksana, dan suci. Samba menggambarkan ketangkasan dan keceriaan, sedangkan jingga sebagai watak keras dan garang.

Masyarakat Betawi percaya bahwa tari yang satu ini bisa menghindarkan diri dari bencana atau musibah. Tari Topeng biasanya digunakan sebagai hiburan di acara pernikahan, khitanan, dan lain sebagainya.

Tari Legong (Bali)

Selain tari Pendet, Bali memiliki tarian yang tak kalah populer bernama Legong. Tak hanya itu, tari klasik ini juga sering ditampilkan dalam acara penyambutan wisatawan.

Tari Legong juga sering ditampilkan untuk ritual di pura pada hari-hari tertentu. Tari ini juga terkenal akan kesakralannya karena penari harus dalam keadaan tidak sedang menstruasi.

Pos Terkait:  Tari Kecak Berasal Dari Daerah...

Kata Legong terdiri dari dari leg dan gong. Leg berarti lemah gemulai, sedangkan gong diartikan sebagai musik gamelan.Sehingga tari Legong berarti tarian yang dimainkan dengan lemah gemulai dan diiringi musik gamelan.

Tari tradisional ini biasanya dipentaskan oleh penari perempuan dengan gerakan yang dinamis dan memakai kipas sebagai properti menari.

Tari Serimpi (Yogyakarta)

Tari Serimpi menjadi salah satu tarian klasik yang berasal dari Yogyakarta. Tari tradisional ini terkenal akan kesakralannya. Pada zaman dahulu penarinya harus dari kalangan bangsawan Keraton.

Tari ini juga hanya dipentaskan saat upacara adat Keraton seperti Kenegaraan ataupun peringatan kenaikan tahta Sultan. Seiring dengan perkembangan zaman, tari klasik ini ditampilkan pada acara penyambutan tamu dan festival kebudayaan.

Tari Serimpi mencerminkan keanggunan dan kesopanan jika dilihat dari gerak tubuh penarinya yang lemah gemulai. Tari ini dimainkan oleh penarinya dengan sangat pelan seirama dengan alunan gamelan Jawa.

Penari tari Serimpi dilengkapi dengan properti selendang yang bisa diayunkan dengan sangat lembut ketika menari.

Tari Jaipong (Jawa Barat)

Tarian adat yang satu ini lahir dan berkembang di tanah Sunda, tepatnya Bandung. Tari yang menjadi ikon Jawa Barat ini tak kalah populer dari tarian adat lainnya. Ketenaran tari Jaipong tidak pernah luntur, bahkan di zaman serba modern sekarang ini.

Pencipta tari Jaipong adalah sejumlah seniman asal Sunda seperti Gugum Gumbira dan Haji Suanda. Tari ini dibentuk dari perpaduan sejumlah kesenian yaitu wayang golek, pencak silat, dan ketuk tilu.

Tari Jaipong memiliki gerakan yang aktif dan unik serta harus seirama dengan musik pengiring bernama degung. Penari memainkan tari ini dengan penuh keceriaan dan gaya humor untuk menarik penonton ikut menari.

Tari Kecak (Bali)

Tari tradisional yang satu ini telah mendunia karena sering ditampilkan sebagai suguhan pariwisata Bali. Tari Kecak menonjolkan seni peran atau teater saat pementasan.

Tari ini menceritakan tentang kisah pewayangan Ramayana. Tokoh utama dalam pertunjukkan ini yaitu Shinta, Rama, Hanoman, Rahwana, dan lain-lain mengenakan kostum sesuai perannya.

Keunikan tari ini adalah ditampilkan tanpa iringan alat musik. Tari Kecak biasanya dimainkan sekitar 70 penari laki-laki yang duduk melingkar dengan memakai kain bermotif kotak-kotak warna hitam putih.

Penari-penari ini dilengkapi dengan gelang di pergelangan tangannya agar menghasilkan bunyi kerincing. Tari yang satu ini menggambarkan kesakralan, keartistikan, hingga kesan sarat makna dalam tiap gerakannya.

Tari Merak (Jawa Barat)

Pencipta tarian asal daerah Jawa Barat ini adalah seorang seniman bernama Raden Tjetje Soemantri. Sang seniman terinspirasi dari perilaku dan gerakan burung merak. Tak heran jika tari yang satu ini menceritakan tentang kehidupan dan ekspresi burung merak.

Gerakan burung merak yang diambil yaitu cara si jantan menarik perhatian si betina dengan cara memamerkan keindahan bulu ekornya. Tari ini biasanya dimainkan secara berpasangan oleh penari laki-laki dan perempuan dengan iringan musik gending macan ucul.

Tari ini termasuk ke dalam jenis tarian kontemporer karena gerakannya bebas dan merupakan kreasi baru. Tari Merak biasanya digunakan sebagai hiburan dalam acara pernikahan hingga festival kebudayaan.

Tari Yapong (Jakarta)

Tari tradisional ini merupakan gabungan antara seni teater tanpa dialog dan tarian, sehingga bisa disebut sebagai sendratari. Tari yang menjadi salah satu ikon khas masyarakat Betawi ini tentu saja tumbuh dan berkembang di Jakarta.

Tari Yapong termasuk ke dalam salah satu tarian kontemporer karena tidak terikat unsur-unsur seni tradisional. Unsur kontemporer tercermin dari gerakannya yang dinamis dan bersemangat. Para penari memainkan tari ini dengan penuh keceriaan.

Keunikan tari ini yaitu menonjolkan gerakan kaki dan tangan secara bergantian sesuai dengan irama musik pengiring. Musik yang mengiringi tari Yapong sangat bervariasi mulai dari Gamelan Betawi, Gamelan Jawa Tengah, hingga Gamelan Jawa Barat.

Tari Serampang Dua Belas (Sumatera Utara)

Tari yang satu ini berasal dari wilayah Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Tari yang diciptakan oleh seniman bernama Sauti ini menceritakan tentang proses kehidupan percintaan dua sejoli.

Tahapan kisah cinta yang terwujud dalam tari Serampang Dua Belas mulai dari awal berkenalan, jatuh cinta, hingga bersatu di pelaminan. Tari ini mengandung pesan kepada pemuda dan pemudi dalam mencari jodoh.

Tari yang satu ini dilengkapi dengan properti berupa sapu tangan berwarna cerah. Properti ini melambangkan kesetiaan, harapan, dan keabadian.

Pos Terkait:  Corak Yang Merupakan Tiruan Dari Bentuk Alam Disebut

Tari Serampang Dua Belas biasanya ditampilkan untuk berbagai fungsi seperti upacara adat. Tak jarang tari ini juga dipentaskan untuk hiburan dan memeriahkan festival budaya.

Tari Zapin (Sumatera Selatan)

Tari Zapin merupakan akulturasi dua budaya yaitu Melayu dan Arab. Tari yang berasal dari Sumatera Selatan ini sarat akan nuansa Islami. Tak hanya itu, tari ini juga mencerminkan nilai-nilai filosofis yang berkaitan erat dengan budaya masyarakat Melayu Riau.

Gerakan-gerakan dalam tari ini menggambarkan aktivitas manusia hingga lingkungan daerah setempat. Gerakan tari yang satu ini terbilang sederhana sehingga bisa dipelajari semua orang.

Tak hanya itu, tari ini juga memiliki pola lantai yang tidak rumit karena hanya diulang-ulang.

Ciri khas tari Zapin yaitu menggunakan warna-warna cerah untuk pakaian dan properti penarinya. Selain itu, tari ini juga menggunakan syair-syair lagu di setiap pementasannya.

Tari Sekapur Sirih (Jambi)

Pencipta tari asal daerah Jambi ini adalah seorang seniman bernama Firdaus Chatap. Tari Sekapur Sirih mencerminkan kebersihan hati masyarakat Jambi saat menyambut tamu.

Tari Sekapur Sirih dimainkan oleh 9 orang penari perempuan yang membawa payung dan 3 orang penari pria yang berperan sebagai pengawal.

Penari memainkan tarian dengan pakaian adat seirama dengan alunan musik pengiring. Gerakan pada tari Sekapur Sirih terdiri dari melenggang, bersolek, merentang kepak, dan berputar. Gerakan-gerakan tersebut dimainkan secara lemah gemulai nan lembut.

Gerakan tari yang satu ini mengandung nilai-nilai filosofis masyarakat Jambi. Makna filosofis yang dimaksud mulai dari ungkapan rasa syukur hingga kebahagian dalam penyambutan tamu.

Tari Pakarena (Sulawesi Selatan)

Tari yang menjadi salah satu ikon provinsi Sulawesi Selatan ini menggambarkan kebudayaan masyarakat Gowa. Tak heran jika tari ini sering digunakan untuk acara penyambutan tamu hingga festival budaya.

Tari Pakarena memiliki ciri khas yaitu menggunakan 2 alat musik gandrang dan seperangkat suling yang bernama puik-puik.

Tari yang satu ini biasanya hanya dimainkan oleh penari wanita sebagai simbol karakter perempuan yang setia, sopan, hormat, dan patuh kepada suaminya.

Tari yang menggunakan kipas ini memiliki keunikan yaitu penari tidak boleh membuka matanya lebar-lebar dan menaikkan kakinya terlalu tinggi. Durasi tari Pakarena berlangsung selama 2 jam, penarinya sehingga harus selalu dalam kondisi fit.

Tari Barong (Bali)

Tarian adat yang berasal dari Bali selalu populer hingga mancanegara, salah satunya adalah tari Barong. Seperti tari tradisional Bali lainnya, tarian ini tenar karena sering dipakai untuk acara penyambutan wisatawan.

Tari Barong terkenal akan kesan sakralnya karena bahan kostum diambil dari tempat-tempat keramat dan mistis. Iringan musik gamelan Bali juga menambah kesan magis tarian adat ini. Keunikan tari ini yaitu adanya lakon dengan adegan supranatural.

Para penari melakukan gerakan di dalam kostum berbentuk hewan berkaki empat. Penari yang berada di depan bertugas memainkan kepala barong dan kaki depan. Sedangkan penari yang di belakang berkewajiban memainkan kaki belakang dan ekor barong.

Tari Tor Tor (Sumatera Utara)

Tari yang merupakan salah satu ikon khas Sumatera Utara ini menggambarkan budaya masyarakat Batak. Tari Tor Tor memiliki gerakan sederhana yang menonjolkan hentakan kaki dan lambaian tangan seirama dengan musik pengiring.

Tari Tor Tor terkenal akan interaksi yang diciptakannya dalam setiap penampilan. Di dalam tari yang satu ini terdapat prosesi Tua ni Gondang dimana tuan rumah menyampaikan permintaan khusus kepada penabuh Gondang.

Tak hanya mengandung interaksi, namun tari ini juga dijadikan media komunikasi antara penari dan penonton.

Keunikan dalam tari ini yaitu adanya pantangan untuk tidak boleh mengangkat bahu terlalu tinggi bagi penari. Jika berani melanggar, maka akan terkena kesialan.

Tari tradisional Indonesia sangat beragam karena banyaknya suku di negara ini. Beberapa tarian tersebut bahkan ada yang tercatat sebagai warisan dunia.

Tarian adat Indonesia juga memiliki ragam gerak dengan tempo bervariasi mulai dari yang gerakannya lambat hingga cepat. Jika kamu ingin tahu lebih dalam tentang jenis-jenis tarian adat yang ada di Indonesia, tak ada salahnya menyimak uraian singkat di atas.