close

Sampah : Pengertian, Jenis, dan Dampak Negartif

Sampah Adalah – Sampah adalah masalah yang sudah mendunia. Contohnya, pada tahun 2010 lalu, 275 ton sampah telah dihasilkan di seluruh bumi.

Untuk memberikan wawasan yang lebih jauh, artikel kali ini akan membahas tentang pengertian sampah yang tentunya harus kita mengerti dan sadari urgensinya.

Selain pengertiannya, kita juga akan membahas sedikit tentang jenis-jenis sampah, dampak negatif yang dihasilkannya, serta upaya pengelolaan yang bisa kita lakukan. Daripada kelamaan, yuk, kita simak pembahasannya berikut!


Pengertian Sampah

Secara umum, sampah adalah sisa buangan dari segala jenis aktivitas manusia maupun proses alam yang tidak digunakan lagi.

Sampah bukan cuma dihasilkan dari kegiatan yang sifatnya konsumsi, melainkan juga dari kegiatan industri, produksi, bahkan pertanian.

Tanpa disadari, setiap hari kita telah menyumbangkan sampah baik berbentuk padat, cair, ataupun gas dalam kegiatan yang kita lakukan.


Pengertian Sampah Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami tentang pengertian sampah, ada baiknya kita belajar tentang definisi sampah menurut para ahli. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

Panji Nugroho

Menurut Panji Nugroho, pengertian sampah ialah barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemiliknya, tetapi bagi sebagian orang masih bisa dipakai jika dikelola dengan prosedur yang benar.

Sampah masih dianggap bernilai bila didaur ulang dengan metode tertentu dan menghasilkan barang yang memiliki nilai jual.

Undang-undang

Pengertian sampah di negara kita juga diatur menurut UU, secara khusus menurut UU No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.

Berdasarkan undang-undang, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi-padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan.

World Health Organization (WHO)

Menurut WHO, pengertian sampah ialah barang yang berasal dari kegiatan manusia yang tidak lagi digunakan, baik tidak dipakai, tidak disenangi, ataupun yang dibuang.

Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sampah juga bisa berasal dari aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab. Hal ini terbukti dengan adanya sampah yang berasal dari produk tidak terpakai dan akhirnya terbuang sia-sia.

Azwar

Pengertian sampah dalam pandangan Azwar adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri) tetapi bukan biologis.

Sisa buangan biologis dianggap bukan sampah karena kotoran manusia (human waste) tidak termasuk ke dalamnya. Sampah dalam bentuk ini dianggap bukanlah hasil kegiatan manusia yang dianggap suatu pencemaran.

Wijaya Jati

konsekuensi sisa dari seluruh kegiatan (aktivitas) manusia merupakan pengertian sampah menurut Wijaya Jati. Sampah sebagai residu dari kegiatan manusia tentunya bisa menimbulkan dampak yang merugikan bila tidak ditangani dengan serius.

Standar Nasional Indonesia (SNI)

Menurut SNI, sampah adalah limbah yang bersifat padat yang terdiri atas bahan organik dan bahan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan.

Bila tidak dikelola dengan baik, pembangunan sarana, prasarana, dan ekonomi masyarakat tentunya akan tersendat dan mengakibatkan rendahnya kesejahteraan nasional secara jangka panjang.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pengertian sampah menurut KBBI ialah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi seperti kotoran, daun, kertas dan lain-lain.

Dari definisi tersebut, kita dapat mengetahui bahwa sisa buangan yang sifatnya bisa terurai oleh alam pun tetap dianggap sebagai sampah.

Pos Terkait:  Organisasi : Pengertian, Tujuan dan Struktur

Jenis-Jenis Sampah

Sampah

Menurut Panji Nugroho, sampah dapat dikategorikan kedalam beberapa kelompok. Tiap kelompoknya dibagi kembali kedalam beberapa jenis. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

Berdasarkan sumbernya

Berdasarkan sumbernya, sampah dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu sampah alam, sampah manusia, sampah konsumsi, dan sampah industri.

Sampah alam

Sampah alam merupakan sampah yang ditimbulkan oleh proses alam, dan dapat didaur ulang secara alami. Sampah alam bukanlah masalah yang besar selama berada di lingkungan yang tepat. Yang harus dikhawatirkan adalah sampah alam yang berada di lingkungan pemukiman atau padat penduduk.

Sampah manusia

Sampah manusia yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai human waste merupakan sampah yang berasal dari hasil pencernaan manusia, yaitu feses dan urin.

Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu upaya untuk mencegah dan mengurangi penularan penyakit melalui sampah manusia adalah sanitasi.

Perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing) juga merupakan salah satu upaya yang dapat digunakan untuk mengatasi sampah manusia.

Sampah konsumsi

Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh manusia sebagai hasil konsumsi sehari-hari.

Sampah makanan, sisa sayuran di pasar, wadah-wadah bekas, adalah contoh sampah konsumsi yang tentunya bisa kamu temukan di berbagai tempat.

Sampah industri

Sampah industri merupakan sampah yang dihasilkan sebagai hasil sampingan dari kegiatan industri. Bila volume sampah yang dihasilkan dalam jumlah besar, sampah industri tersebut dapat dikategorikan sebagai limbah.

Berikut adalah contoh sampah industri dan limbah yang dihasilkan oleh beberapa sektor industri:

  • Limbah industri pangan, contohnya ampas makanan yang bisa menjadi polutan di udara maupun di air.
  • Limbah industri kimia dan bahan bangunan, contohnya limbah cair yang banyak dihasilkan dari proses pengolahan minyak bumi.
  • Limbah industri logam dan elektronik, contohnya material sisa logam, asap, dan partikel debu yang mencemari udara kita.

Kebanyakan orang berpikir bahwa sampah konsumsi merupakan yang paling umum dan paling banyak ditemukan. Padahal, jumlah sampah konsumsi ternyata masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan dan industri.

Lihat juga : Sosiologi Adalah – Pengertian, Ciri, dan Objek Kajian Sosiologi

Berdasarkan sifatnya

Berdasarkan sifatnya, sampah dikategorikan kedalam 3 kelompok, yakni sampah B3, sampah organik dan sampah anorganik.

  • Sampah B3

Jenis sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) merupakan jenis sampah yang paling berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup.

Berdasarkan UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, definisi limbah B3 adalah zat, energi atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi atau jumlahnya, dapat mencemarkan, merusak, atau dapat membahayakan lingkungan hidup.

Baterai bekas, pestisida, pembersih lantai, dan air sisa buangan deterjen bisa dimasukkan kedalam kategori sampah jenis ini. selain itu, limbah medis yang bersifat infeksius dan noninfeksius juga termasuk kategori B3.

  • Sampah organik

Sampah organik merupakan sampah yang dapat diuraikan secara alami oleh mikroorganisme. Sampah ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos yang efektif menambah kesuburan tanah.

Sisa makanan, daun-daunan kering, ataupun sisa sayuran adalah contoh dari sampah organik yang kita kenal.

  • Sampah anorganik

Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak mudah membusuk dan membutuhkan waktu untuk bisa terurai. Bila terus meningkat jumlahnya, sampah anorganik dapat membuat masalah baru bagi manusia, seperti pencemaran, keterbatasan lahan, dan sarang bibit penyakit.

Pos Terkait:  Toleransi : Pengertian, Tujuan, Ciri-Ciri dan Contoh

Kertas, plastik, botol dan gelas minuman, kaca, dan kaleng adalah contoh dari sampah anorganik yang pasti telah kamu kenal.

Berdasarkan bentuknya

Berdasarkan bentuknya, sampah diklasifikasikan menjadi sampah padat dan sampah cair. Berikut penjelasannya.

Sampah padat

Seperti namanya, sampah padat merupakan sampah yang memiliki wujud zat padat. Dapat berupa sampah dapur, sampah pertanian, dan lain sebagainya.

Sampah padat yang berasal dari kegiatan pemukiman atau rumah tangga disebut juga sampah domestik, sementara yang berasal dari kegiatan industri, konstruksi, dan kegiatan lain diluar rumah tangga disebut sampah non-domestik.

Berdasarkan kemampuannya untuk terurai (biodegradability) sampah padat dikelompokkan lagi menjadi :

  1. Biodegradable, yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob (melibatkan oksigen) maupun anaerob (tidak melibatkan oksigen).
  2. Non-biodegradable, yakni sampah yang tidak bisa diuraikan melalui proses biologi. Sampah non-biodegradable dapat diklasifikasikan lagi menjadi :
  • Recyclable, yakni sampah yang bisa diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai ekonomi, seperti plastik, kertas, dan lain-lain.
  • Non-recyclable, yaitu sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi lagi dan tidak dapat diolah kembali, seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal, dan lainnya.

Sampah cair

Sampah cair adalah sampah yang berwujud cair. Contohnya adalah limbah sampah yang dihasilkan dari buangan manusia ataupun hasil industri.

Limbah cair yang sifatnya patogen sangat membahayakan bagi makhluk hidup, sehingga harus dikurangi dan diperkecil volumenya.


Dampak Negatif Sampah

Keberadaan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat membawa banyak dampak negatif, baik untuk kesehatan, lingkungan, tanah, sosial ekonomi, dan kebencanaan.

Dampak kesehatan

Adanya limbah yang bersifat infeksius sangatlah membahayakan kesehatan. Lingkungan yang tidak bersih juga bisa menjadi tempat yang cocok sebagai sarana berkembangbiak bagi mikroorganisme dan bakteri yang bisa membawa penyakit.

Dampak lingkungan

Limbah cair yang masuk ke perairan akan menjadi kontaminan yang berbahaya terhadap makhluk hidup di perairan. Hal ini tentu bisa menjadi gangguan terhadap keseimbangan ekosistem.

Dampak terhadap tanah

Derajat keasaman atau pH tanah dapat berubah dengan adanya limbah cair yang meresap ke dalam tanah. Contoh sederhananya adalah limbah buangan deterjen yang bisa mempengaruhi kesuburan tanah.

Hujan asam sebagai dampak polusi yang disebabkan aktivitas pembakaran bahan bakar dan industri juga bisa merubah keseimbangan tanah. Akibatnya, tumbuhan dan mikroorganisme dalam tanah akan mengalami gangguan.

Penggunaan bahan kimia yang berlebihan dalam sektor pertanian juga tentu bisa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kerusakan tanah.

Dampak sosial ekonomi

Kesehatan masyarakat yang diakibatkan pencemaran, kerusakan alam yang menyebabkan kesulitan bahan pangan, dan limbah yang menyebabkan air semakin tidak sehat, tentunya memberikan dampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Jika permasalahan soal sampah tidak ditangani dengan maksimal, kesejahteraan hidup masyarakat secara umum tentunya akan semakin bermasalah.

Dampak kebencanaan

Potensi banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi sebagai akibat penumpukan sampah. Selain itu, penumpukan sampah padat juga membuat lahan semakin terbatas dan meningkatkan kemungkinan bencana longsor karena kurangnya daerah hijau.


Pengelolaan Sampah

Pengelolaan sampah merupakan serangkaian upaya yang dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif sisa buangan. Dibawah ini adalah beberapa cara pengelolaan sampah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak pencemaran samah :

Reduce

Reduce atau pengurangan adalah usaha untuk mengurangi sisa hasil buangan yang bisa dilakukan dengan cara meminimalisir penggunaan segala sesuatu yang berpotensi menghasilkan sampah.

Pos Terkait:  Poster : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Tujuan

Cara melakukan reduce antara lain dengan menggunakan produk yang bisa diisi ulang sebagai ganti produk sekali pakai. Reduce juga bisa dilakukan dengan hanya membeli barang yang dibutuhkan, bukan cuma mengikuti selera.

Sebagai contoh, sebagai ganti air mineral dalam kemasan, alangkah baiknya kita membawa minum dalam botol minum yang bisa diisi ulang. Dalam berbelanja makanan, belilah sebanyak yang bisa dihabiskan, bukan sekedar karena lapar mata dan akhirnya bersisa.

Reuse

Reuse atau penggunaan kembali adalah usaha pengurangan sampah dengan menggunakan kembali sampah yang masih memiliki fungsi utama maupun fungsi lain.

Contoh aktivitas reuse misalnya menggunakan botol bekas sebagai pot tanaman, atau berbelanja pakaian di thrift shop yang menjual pakaian bekas namun masih layak pakai. Selain memperpanjang usia barang, kita juga berkontribusi mengurangi beban bumi dari sampah.

Keuntungannya lagi, hidup kita jadi lebih hemat pastinya.

Recycle

Recycle atau daur ulang merupakan usaha pengurangan bahan buangan dengan cara mengolah kembali sampah yang tidak terpakai menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Sebagai contoh, kita bisa mendaur ulang kertas untuk menjadi kertas baru, atau mengelola sampah makanan dan sayuran menjadi kompos. Bisa juga dengan membuat kerajinan seni dengan kain perca, botol bekas, plastik kemasan makanan, dan lain sebagainya.

Kegiatan recycle selain berfungsi untuk menambah nilai ekonomi barang, bisa juga menjadi sumber penghasilan tambahan bila kita memiliki kreativitas yang tinggi.

Replace

Replace atau mengganti adalah usaha pengurangan bahan buangan dengan cara mengganti barang yang berpotensi menghasilkan sampah dengan barang lain yang lebih ramah lingkungan dan tahan lama.

Sebagai contoh, pemerintah di beberapa kota telah meniadakan penggunaan plastik sekali pakai di berbagai swalayan. Sebagai gantinya, pembeli harus membawa kantong belanjanya sendiri dari rumah. Tindakan pemerintah ini merupakan kegiatan replace yang harus di apresiasi.

Untuk para ibu yang memiliki balita, kegiatan replace dapat dilakukan dengan mengganti penggunaan popok sekali pakai dengan popok kain atau cloth diaper yang semakin marak diperjual belikan. Selain ramah lingkungan, ramah juga lho untuk kantong.

Respect

Respect atau menghargai adalah usaha pengurangan sampah yang dilakukan dengan menanamkan rasa tanggung jawab terhadap tindakan konsumtif yang dilakukan dan berpotensi menghasilkan sampah.

Bentuk respect yang kita bisa lakukan adalah dengan membangun pertanyaan terhadap setiap kegiatan konsumtif yang dilakukan.

Misalnya saat mau jajan, kita harus bertanya dulu pada diri kita, bisakah kita menghabiskannya? Apakah saya harus membelinya?

Bagaimana supaya tidak banyak sampah dari jajanan saya? Apakah saya bisa menggunakan wadah sendiri?

Kebiasaan bertanya pada diri kita sendiri tentunya akan membangun karakter diri kita yang lebih bertanggung jawab. Selain membawa pengaruh positif terhadap alam, kebijaksanaan yang kita miliki tentunya membuat kita makin mantap dalam menyelesaikan persoalan kehidupan lainnya.

Manfaat yang luar biasa kan?

Demikianlah sedikit ulasan tentang pengertian sampah menurut para ahli, jenis-jenisnya, dampak negatifnya, serta cara pengelolaan sampah yang bisa kita lakukan. Semoga bermanfaat ya, untuk menambah wawasan kamu, serta meningkatkan kesadaran dalam mengurangi sampah.

Yuk, sama-sama belajar bertanggung jawab untuk bumi kita!