close

Strategi : Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Jenis-Jenis

Strategi Adalah – Dalam dunia bisnis, tak jarang telinga kita mendengar tentang kata strategi untuk mengembangkan perusahaan. Meski tenar dalam dunia manajemen dan organisasi, tak banyak yang tahu tentang pengertian strategi.

Istilah ini sering digunakan oleh orang-orang di divisi marketing, yang memiliki tugas besar dalam pemasaran produk. Strategi memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai bidang usaha untuk meningkatkan penjualan.

Tak heran jika, strategi yang bagus akan mengantarkan pertumbuhan perusahaan ke puncak keberhasilan. Jika kamu berencana membangun sebuah usaha, tak ada salahnya untuk belajar tentang hal ini.

Dengan mengikuti pembelajaran yang matang, maka kamu tak akan cemas lagi mengatasi pemasaran dan komunikasi.

Pembelajaran tentang strategi bisa didapat dengan mudah, misalnya dari jurnal. Untuk keterangan lebih lanjut, kamu bisa menyimak artikel di bawah ini.

Lihat juga : 20 Prospek Usaha Perdagangan Yang Menguntungkan


Pengertian Strategi

Menurut asal kata atau etimologi, strategi berasal dari bahasa Yunani yakni strategos. Istilah tersebut memiliki arti komandan militer, di era demokrasi Athena. Kata tersebut pada mulanya hanya digunakan dalam bidang kemiliteran. Namun kini telah dipakai pada berbagai bidang.

Secara umum, pengertian strategi adalah suatu tindakan yang dilakukan terus-menerus sesuai dengan sudut pandang tertentu dalam rangka mencapai sebuah tujuan. Strategi biasanya dilakukan dengan tahapan-tahapan pertumbuhan yang telah ditargetkan.

Sehingga strategi selalu berkaitan dengan penerapan ide, perencanaan, dan pelaksanaan kegiatan dalam jangka waktu tertentu. Strategi biasanya dilakukan dengan hubungan yang saling berkesinambungan di antara faktor-faktor pendukungnya.

Strategi juga harus dijalankan dengan tidak mengabaikan prinsip-prinsip yang telah dipegang teguh. Hal penting ini juga perlu dilakukan dengan pertimbangan minimalisasi biaya, sehingga bisa menghemat pengeluaran.


Pengertian Strategi Menurut Para Ahli

Jika penjelasan di atas membahas tentang pengertian strategi secara umum, di bagian ini kamu bisa menyimak definisi lain menurut para ahli. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa melihat keterangan detailnya pada penjabaran di bawah ini.

Quinn

Seorang akademisi Amerika bernama James Brian Quinn mengemukakan pendapatnya tentang pengertian strategi. Menurutnya, strategi merupakan sebuah rencana untuk melakukan integrasi antara tujuan, kebijakan, dan aksi.

Quinn bersama Henry Mintzberg dan John Voyer menerbitkan buku berjudul The Strategy Process. Dalam buku tersebut terdapat pembahasan tentang pengertian strategi. Pada pembahasan tersebut dijelaskan bahwa strategi dinyatakan dalam sebuah slogan 5P.

Slogan tersebut memuat tentang Perspektif, Posisi, Perencanaan, Pola, dan Penipuan. Perspektif dalam strategi dikaitkan dengan misi dalam menggapai tujuan.

Kemudian posisi juga memiliki peran penting untuk menentukan pilihan dalam persaingan. Perencanaan berfungsi sebagai arah masa depan perusahaan. Sedangkan pola dibentuk sebagai umpan balik.

Nawawi

Selanjutnya ada pakar strategi asal Indonesia yakni Nawawi, yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian strategi. Nawawi berpendapat bahwa strategi adalah suatu perencanaan dalam ukuran besar untuk meraih tujuan masa depan perusahaan.

Strategi juga diartikan sebagai sebuah keputusan yang paling dasar untuk menentukan arah perusahaan. Sehingga, misi perusahaan akan berjalan sesuai apa yang telah ditetapkan dalam rumusan strategi tersebut.

Dengan perencanaan yang matang sesuai rancangan strategi, perusahaan akan menjalankan misinya hingga menghasilkan sesuatu. Hasil yang dimaksud biasanya berupa barang atau jasa berkualitas.

Tindakan tersebut dijalankan dengan memaksimalkan sumber daya yang ada. Hal ini juga diarahkan pada pencapaian tujuan yang ingin dicapai perusahaan.

Bambang Haryadi

Pakar strategi Indonesia selanjutnya yang mengemukakan pengertian strategi yaitu Bambang Haryadi. Menurut pendapatnya, strategi ialah suatu proses perumusan, implementasi, hingga evaluasi dari sebuah perencanaan yang sistematis.

Setiap jalannya strategi harus dilaksanakan sesuai dengan aturan sistem yang telah ditetapkan dalam rumusan. Setelah itu, baru bisa diterapkan sesuai tata cara yang diatur dalam perencanaan. Pada akhirnya, dilakukan penilaian untuk meningkatkan atau memperbaiki kinerja.

Semua tindakan tersebut dijalankan dengan tujuan untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan atau organisasi. Sehingga, semua alur strategi tersebut harus dilakukan tanpa ada satu tindakan pun yang diabaikan. Hal ini dikarenakan setiap tindakan tersebut saling berkesinambungan dalam pelaksanaan strategi.

Pearce & Robinson

Pengertian strategi menurut Pearce & Robinson adalah rancangan main tertentu yang dirumuskan oleh sebuah korporasi. Rancangan main yang dimaksud menggambarkan kesadaran perusahaan tentang bagaimana, kapan, dan dimana harus melawan pesaing.

Pos Terkait:  Perubahan Sosial : Pengertian, Teori dan Contohnya

Perusahaan yang sadar akan bahayanya kompetitor, akan mampu mencegah terjadinya kerugian. Hal ini tentu saja akan berpengaruh keberhasilan tujuan yang akan dicapai. Sehingga diperlukan rancangan main untuk mengakomodir kekuatan dan peluang yang sudah ada sebelumnya.

Rancangan main ini diatur berdasarkan maksud dan tujuan yang telah ditentukan. Sehingga perusahaan bisa menghadapi hambatan apapun, dengan berpegang teguh pada tujuan. Hal ini akan membuat perusahaan lebih kuat dan bertahan lama dalam menjalankan bisnisnya.

J. David Hunger

Pengertian strategi juga dikemukakan oleh seorang pakar manajemen bernama J. David Hunger. Penulis buku strategi berkebangsaan Amerika ini berpendapat bahwa strategi merupakan sesuatu yang sudah diputuskan untuk menentukan kinerja perusahaan.

Keputusan yang dimaksud juga menyangkut tindakan untuk merencanakan arah perusahaan kelak. Sehingga tindakan tersebut biasanya dilakukan dalam jangka waktu yang tidak singkat. Karena proses pencapaian tujuan sesuai dengan strategi tentu saja tidak instan.

Hal ini tentu saja harus dijalankan dengan perencanaan yang sangat matang dan efektif. Sehingga tujuan bisnis yang dicapai bisa lebih maksimal. Tak hanya itu, bisnis yang dijalankan pun akan bertahan dalam periode panjang dan tidak mudah goyah.

Thomas Wheelen and Co

Pengertian strategi selanjutnya dikemukakan oleh Thomas Whelen and Co. Menurutnya, strategi memiliki arti sebuah keputusan beserta berbagai kegiatan yang menentukan keberhasilan perusahaan untuk jangka waktu lama.

Kegiatan yang dimaksud biasanya dimulai dengan merumuskan strategi. Setiap komponen perlu direncanakan dengan matang agar berjalan dengan lancar. Setelah itu dilakukan implementasi atau penerapan strategi.

Sedangkan langkah terakhir berupa evaluasi untuk menilai kelebihan dan kekurangan dari tindakan yang telah dijalankan.

Setiap kegiatan tersebut perlu dilakukan, tanpa terlewat satu pun. Hal ini dikarenakan masing-masing kegiatan yang telah disebutkan memiliki fungsi dan peranan penting. Sehingga, jika satu kegiatan tidak dijalankan, maka akan berpengaruh pada keberhasilan strategi.


Tujuan Strategi

Pengertian strategi adalah (2)

Tindakan berbasis integrasi yang satu ini tentu saja dilakukan untuk mencapai target atau tujuan tertentu. Sehingga setiap perkembangan setiap tahap selalu dilakukan evaluasi. Berikut ini sejumlah tujuan strategi yang perlu kamu ketahui.

Sebagai Petunjuk Arah

Strategi di dalam perusahaan biasanya dikuasai oleh seorang manajer. Sehingga, orang yang menduduki posisi tersebut harus sanggup menentukan arah yang akan dituju oleh perusahaan. Ia harus menjelaskan secara rasional target perusahaan kepada semua pihak yang berkepentingan.

Arah yang akan dituju sebuah perusahaan memiliki peran penting dalam pengembangan integritasnya. Peran arah juga akan dijadikan landasan dasar yang akan dianut oleh perusahaan dalam menjalankan misinya.

Jika arah sudah ditentukan dengan matang, maka akan berguna sebagai pengendali perusahaan. Selain itu, target yang telah disepakati bersama juga bisa digunakan sebagai evaluasi keberhasilan usaha. Sehingga, tingkat kesuksesan aksi bisa dilihat dari level target yang dicapai.

Mengontrol Perubahan

Tujuan strategi selanjutnya yakni untuk mencegah perubahan yang dikhawatirkan akan terjadi. Hal ini juga digunakan sebagai pedoman untuk mengendalikan perubahan yang terjadi. Sehingga jika kontrol dilakukan secara intensif, maka akan memperluas sudut pandang pemikiran.

Pemikiran yang terbuka terhadap perubahan akan membantu perusahaan beradaptasi dengan hal atau ancaman baru. Sehingga, perusahaan akan lebih siap menyelesaikan setiap rintangan dan tantangan.

Menjaga Kepentingan Berbagai Pihak

Dalam menjalankan sebuah strategi, tentu saja tak lepas dari bantuan pihak lain. Sejumlah pihak yang dimaksud antara lain karyawan, pemasok, pemegang saham, pihak perbankan, hingga masyarakat luas.

Perusahaan yang baik tentu saja harus memikirkan kesamaan kepentingan berbagai pihak. Sehingga strategi harus dibuat dengan mempertimbangkan kesesuaian antara tujuan dengan keperluan pihak-pihak tersebut.

Hal ini perlu dilakukan karena memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan strategi Jika semua pihak untung, maka akan membuat integritas dan kredibilitas perusahaan naik.

Sedangkan bila ada pihak yang dirugikan, maka akan menimbulkan dampak tidak baik bagi perusahaan. Oleh sebab itu, penting untuk tidak mengabaikan peran pihak lain yang terlibat.

Berpusat pada Keefektifan dan Keefisienan

Manajemen strategi tidak hanya bertanggung jawab untuk keefektifan keterampilan. Namun tujuannya juga untuk membuat sumber daya jauh lebih efisien. Sehingga sumber daya akan berintegrasi dengan keterampilan untuk bekerja sama secara efektif dan efisien.

Dengan adanya strategi, karyawan sebagai sumber daya manusia diharapkan bekerja lebih efektif dalam hal waktu dan tenaga. Sedangkan sumber daya lainnya seperti investasi, saham, dan bahan perlu dihemat agar mendatangkan keuntungan lebih.

Pos Terkait:  Qada dan Qadar : Pengertian serta Hikmah Mengimaninya

Meninjau Ulang Kinerja

Tujuan lain dari strategi yaitu untuk meninjau ulang kekurangan dan kelebihan tindakan yang telah dijalankan. Hal ini bisa dilihat pada tahap evaluasi, yang tentu saja akan terlihat kekuatan, peluang, ancaman, beserta kelemahannya.

Beberapa hal yang menjadi kekuatan dan peluang perlu ditingkatkan. Sedangkan kelemahan dan hadirnya ancaman harus diperbaiki bahkan dihindari. Sehingga kinerja strategi pun akan semakin membaik, karena sudah terlatih.


Manfaat Strategi

Jika tujuan yang telah dijabarkan pada pembahasan di atas sudah tercapai, maka akan dirasakan manfaatnya. Perencanaan dengan dasar strategi yang kuat, tentu saja akan bermanfaat untuk banyak pihak. Di bawah ini adalah sejumlah manfaat strategi yang bisa kamu simak.

Meningkatkan Motivasi Kerja

Manfaat pertama dalam penerapan strategi perusahaan yaitu untuk meningkatkan semangat kerja para karyawan. Oleh sebab itu, karyawan perlu dilibatkan dalam perumusan strategi yang akan dijalankan oleh perusahaan.

Sebagai bagian dari sumber daya perusahaan, karyawan perlu tahu mengenai cikal bakal dan alur strategi perusahaan.

Sehingga, mereka akan tahu seluk beluk perencanaan masa depan yang ingin dicapai perusahaan. Hal ini untuk merangsang semangat kerja karyawan untuk lebih giat berkontribusi.

Hasil tiap evaluasi strategi juga perlu dikabarkan kepada karyawan, untuk membuktikan keberhasilan strategi atau hal-hal apa yang harus dibenahi ketika gagal. Sehingga akan membuat karyawan merasa produktivitasnya dihargai dan lebih cinta dengan perusahaan.

Peka Saat Ancaman Datang

Ancaman dari pihak eksternal tentu saja sangat membahayakan bagi perusahaan. Karena ancaman bisa saja membuat perusahaan jatuh dan kehilangan integritasnya. Ancaman bisa datang dari mana saja, seperti kompetitor, kebijakan pemerintah, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, manajer harus tahu tentang tanda-tanda datangnya ancaman. Dengan menerapkan strategi, tentu saja secara perlahan-lahan akan peka terhadap datangnya ancaman. Sehingga, strategi bisa meminimalisir masuknya ancaman dari luar ke dalam tubuh perusahaan.

Ancaman dari luar tidak bisa dianggap remeh dan diabaikan. Jika sudah merasakan tanda-tandanya, maka ada baiknya untuk segera disingkirkan demi keselamatan. Namun apabila masih terlihat jauh, maka perlu dihalangi agar tidak sampai masuk.

Tahan Terhadap Tantangan

Perusahaan sukses muncul dari berbagai jenis tantangan yang berhasil dilewatinya. Oleh sebab itu, dalam sebuah usaha penting kiranya menghadapi atau menciptakan sebuah tantangan. Tantangan bisa menjadi tolak ukur kekuatan dan kemampuan perusahaan.

Dengan tantangan, perusahaan juga semakin kreatif dalam menelurkan pemecahan masalah yang dihadapi. Tantangan juga menggembleng perusahaan agar semakin kuat dan getol dalam berbagai situasi, baik yang ringan maupun berat.

Perumusan strategi pun menjadi tantangan tersendiri dalam sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan. Karena di dalam proses perancangan strategi akan muncul berbagai macam persoalan yang harus diselesaikan.

Semakin sering perusahaan merumuskan strategi, maka akan semakin kuat menghadapi tantangan apapun bentuknya.

Operasional Lebih Efektif dan Efisien

Kegiatan operasional perusahaan merupakan aktivitas pokok dalam sebuah bisnis perusahaan. Jenis kegiatan ini dijalankan dengan menggerakkan setiap divisi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam strategi perusahaan.

Operasional yang dimaksud antara lain manajemen sumber daya manusia, administrasi, pengadaan bahan baku, proses produksi, dan lain sebagainya. Seluruh kegiatan tersebut harus berjalan bersama dan beriringan agar menghasilkan produk.

Jika strategi dijalankan sesuai rencana, maka operasional bisa berjalan lebih efektif dan efisien. Sumber daya manusia bisa dikontrol agar lebih efektif dalam bekerja.

Sedangkan sumber daya modal dan bahan bisa ditekan agar lebih hemat dalam penggunaannya. Sehingga, keuntungan yang didapat perusahaan akan semakin besar.

Cepat Beradaptasi dengan Perubahan

Perubahan bisa saja terjadi kapan pun, yang bisa saja menimbulkan ketidaknyamanan. Perusahaan bisa saja kaget jika menghadapi perubahan internal misalnya pergantian direktur, pemegang saham, dan lain sebagainya.

Sedangkan perubahan yang disebabkan oleh pihak luar misalnya kebijakan pemerintah, tren pasar, dan lain sebagainya. Perubahan-perubahan tersebut tentu saja membuat perusahaan berpikir keras untuk melaluinya dengan baik.

Jika hal-hal tersebut telah diantisipasi dalam perumusan strategi, maka perusahaan tidak akan kaget. Perusahaan bisa dengan mudah dan cepat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Pos Terkait:  Cara Jualan dan Promosi di Instagram, Pemula Wajib Coba!

Sehingga kegiatan bisnis tetap berjalan normal seperti biasa, karena perubahan tersebut sudah ditangani dengan solusi yang telah disebutkan dalam rancangan strategi.


Jenis-Jenis Strategi

Sebagai serangkaian tindakan yang terencana, strategi memiliki kinerja yang berbeda pada setiap bidang, misalnya organisasi, bisnis, hingga politik. Sehingga, tindakan yang satu ini memiliki beragam jenis seperti yang dijabarkan pada poin-poin di bawah ini.

Strategi Integrasi

Integrasi memiliki arah ke depan dan belakang. Tak hanya itu, terdapat integrasi horizontal. Tak jarang, semua integrasi tersebut dimasukkan ke dalam integrasi vertikal.

Pada dasarnya, integrasi vertikal memberi kesempatan kepada organisasi untuk melakukan pengontrolan sejumlah pihak. Integrasi vertikal bisa mengendalikan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, seperti para pemasok, distributor, hingga kompetitor.

Jika bisa mengontrol pemasok, maka harga bahan yang dibutuhkan proses produksi bisa ditekan. Sedangkan pengendalian distributor penting dilakukan agar proses penyebaran produk cepat diselesaikan.

Strategi jenis ini penting dikuasai untuk membuat harga produk yang mampu bersaing dengan kompetitor. Dengan kemampuan kontrol terhadap pihak-pihak tersebut, maka akan memudahkan proses produksi.

Strategi Defensif

Jenis strategi yang satu ini diterapkan untuk merasionalisasi biaya, perubahan, atau pelepasan. Rasionalisasi biaya dilakukan saat korporasi melakukan penataan ulang lewat penekanan keluarnya biaya.

Selain itu, rasionalisasi biaya juga dilaksanakan melalui penghematan sumber daya. Hal ini bertujuan untuk melakukan peningkatan penjualan produk. Penekanan sumber daya juga berperan penting dalam meminimalisir kurangnya laba.

Strategi yang satu ini juga disebut dengan istilah pembalikan atau pembentukan organisasi ulang. Rasionalisasi biaya biasanya digunakan untuk melakukan penguatan keterampilan diferensiasi dasar korporasi.

Dalam proses rasionalisasi biaya, perencana strategis bekerja dengan menggunakan sumber daya minim. Perencana strategis juga harus mendapat dorongan dari berbagai pihak seperti pemegang saham, karyawan, hingga media.

Strategi Intensif

Strategi intensif dilakukan dengan memfokuskan usaha pada pertumbuhan produk dan penyebaran pasar. Sehingga strategi yang satu ini perlu dilakukan dengan penuh perhatian secara intensif.

Hal ini pun dilakukan untuk menguatkan posisi persaingan perusahaan dengan produk yang telah dimiliki.

Strategi Generik

Salah satu pakar manajemen bernama Michael Eugene Porter mengemukakan jenis strategi baru. Profesor dari Sekolah Bisnis Harvard ini menciptakan gagasan baru bernama strategi generik. Dalam teorinya, Porter mengklasifikasikan strategi ini menjadi 3 macam:

  • Diferensiasi

Faktor pembeda atau keunikan suatu produk juga menjadi salah satu bagian dari strategi pemasaran. Semakin unik suatu produk, maka akan semakin sulit ditiru oleh kompetitor. Sehingga, produk tersebut bisa bertahan dalam jangka waktu lama di pasaran.

  • Keunggulan biaya

Pengelolaan biaya menjadi faktor penting dalam pelaksanaan kesuksesan strategi perusahaan. Dalam strategi ini biasanya dilaksanakan dengan efisiensi tinggi, kontrol intensif terhadap permintaan anggaran, overhead rendah, jangkauan luas, dan sebagainya.

  • Fokus

Sebuah strategi perlu dijalankan dengan mempertimbangkan preferensi konsumen. Konsumen yang memiliki preferensi berbeda akan sangat efektif untuk mencapai tujuan. Hal ini juga didukung oleh pesaing yang tidak berusaha melakukan spesialisasi pada sasaran serupa.

Strategi Diversifikasi

Jenis selanjutnya yaitu strategi diversifikasi. Perlu kamu tahu bahwa strategi jenis ini memiliki 3 macam. Kamu bisa perbedaan masing-masing jenis strategi diversifikasi pada poin-poin di bawah ini.

  • Diversifikasi konsentrik

Jenis yang satu ini biasanya dijalankan dengan meningkatkan produk atau jasa baru dengan tidak meninggalkan karakteristik lama.

  • Horizontal

Strategi diversifikasi jenis ini dilakukan dengan membuat produk atau jasa baru yang berbeda dengan kebutuhan pelanggan yang sudah ada.

  • Konglomerat

Strategi kelompok ini berfokus pada penambahan produk atau jasa baru. Pengertian strategi tak lepas dari tindakan integrasi antara prinsip, tujuan, dan aksi.

Hal tersebut didukung oleh ide-ide segar dan kreatif berupa inovasi. Faktor-faktor tersebut jika diintegrasikan dengan baik, maka akan berdampak besar bagi pertumbuhan suatu korporasi.

Istilah ini pun akrab di dunia bisnis untuk menggencarkan marketing perusahaan, khususnya dalam promosi produk. Informasi lebih lengkapnya telah diulas pada penjabaran di atas.