close

11 Senjata Tradisional Aceh dan Penjelasannya

Senjata Tradisional Aceh – Hello guys, apa kabar nih? Kali ini aku bakalan bagi-bagi informasi seputar senjata tradisional Aceh yang harus kalian ketahui. Kalian pasti udah tahu kalau daerah ini kaya banget dengan kebudayaan di ujung Barat Indonesia ini kan?

Mulai dari nama pakaian adat, kebiasaan, alat musik, hingga tradisi nenek moyang masih tumbuh sumber dan lestari di daerah yang memiliki otonomi khusus in. Lebih lagi jika kalian udah tahu sistem pemerintahannya, wow deh pokoknya! Benar-benar daerah eksklusif.

Mungkin kalian ada yang nanya, apa sih fungsi senjata tradisional? Selain untuk perang melawan musuh, senjata ini juga berfungsi untuk berburu, bertani, melindungi dari dari hewan buas, dan lain-lain. Pokoknya fungsinya nggak hanya satu aja lho ya guys…

Sudah mulai penasaran apa aja senjata tradisional dari Aceh? Okay kita masuk ke pembahasan.


Macam-Macam Senjata Tradisional Aceh

Kita udah masuk pembahasan ni guys, aku bakalan bercerita banyak tentang berbagai senjata khas daerah Aceh yang harus kalian ketahui. Mulai dari cara pembuatannya, cara memakainya, fungsinya apa, dan kalau perlu sejarahnya aku ulas untuk kalian.

Udah penasaran dengan senjata khas dari daerah yang satu ini? Nggak usah basa-basi lagi, kita masuk ke pembahasan yang pertama.

Lihat juga : 13 Senjata Tradisional Sumatera Utara dan Penjelasannya

Siwah

Untuk yang pertama ini adalah Siwah. Merupakan senjata tajam yang juga merupakan senjata untuk menyerang. Siwah ukurannya besar dan panjang. Apalagi kalau dibandingkan dengan Rencong yang bakal aku bahas setelah ini.

Alat perang ini sudah sangat langka ditemui, sebab penggunaannya sudah agak meredup. Selain itu harganya mahal, jadi nggak heran kalau penggunaan senjata ini sudah tidak begitu masif. Senjata ini juga bagian dari perlengkapan raja-raja atau uleebalang.

Jadi, di zaman dulu, senjata ini bukanlah senjata sembarangan. Akan tetapi sebuah senjata yang mulia yang menjadi pegangan para raja. Keren bukan?

Untuk siwah ini diberikan hiasan dari emas. Selain itu juga permata pada sarung dan gagangnya. Ya memang sih fungsinya sebagai perhiasan bukan sebagai senjata.

Rencong

Okey, kita masuk ke senjata yang nomor dua, yaitu Rencong. Sebuah senjata tradisional yang sudah dipakai mulai zaman kesultanan Aceh dulu. Tepatnya ketika pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah (Sultan Pertama Aceh).

Rencong adalah senjata tradisional yang hampir selalu ada serta diselipkan di pinggang Sultan Aceh, para Ulee Balang dan masyarakat pun menggunakan Rencong sebagai senjata pertahanan diri yang begitu khas. Jadi senjata ini sangat melekat dengan masyarakat Aceh.

Rencong dipakai oleh Sultan dan para bangsawan lainnya. Sering kali senjata ini terbuat dari emas dan sarungnya terbuat dari gading, jadi terlihat begitu khas dan istimewa.

Pos Terkait:  13 Senjata Tradisional Bali Beserta Penjelasannya

Sedang untuk rencong yang dipakai oleh masyarakat biasa, sering kali dibuat dari kuningan atau besi putih aja. Nah untuk sarungnya dibuat dari kayu atau tanduk kerbau.

Meupucok

Next ke senjata yang bernama Meupucok. Keren juga ya namanya? Khas dan unik banget. Senjata ini masih tergolong senjata rencong, akan tetapi ditambah dengan beberapa modifikasi yang berbeda.

Meupucok ini memiliki ciri-ciri pucuk pisau yang dihiasi dengan ukiran-ukiran dari emas yang ada di atas gagangnya, terlihat elegan dan estetikanya begitu terasa. Jadi, bukan senjata tradisional Aceh yang sembarangan, akan tetapi terlihat ekslusif dan penting banget.

Di zaman ini, seringkali senjata ini dipakai untuk hiasan penting pada kegiatan-kegiatan resmi seperti acara adat atau pertunjukan kesenian, untuk menambah daya tarik dan kekhasan dari pertunjukan itu.

Meupucok juga memiliki besi yang tipis, panjang, dan runcing. Dihiasi dengan gagang senjata yang melengkung dan berbentuk unik.

Meucugek

Hampir sama kayak Meupucok yang udah dijelaskan sebelumnya, Meucugek adalah jeni senjata Rencong masih sangat sering dipakai dalam kehidupan rakyat Aceh.

Kata Meucugek atau cugek memang terlihat unik dan khas Aceh banget, merujuk pada istilah perekat, yakni sebuah bahan yang berfungsi memudahkan penggunanya untuk menikam ke tubuh lawan/musuh, jadi senjata ini merupakan senjata perang yang efektif jarak dekat.

Terbuat dari Baja berwarna putih dengan ujung senjata yang sangat tajam. Benar-benar efektif dalam menusuk lawan, untuk gagang pisaunya juga cukup tebal dan kuat untuk menahan tangan ketika menikam. Benar-benar senjata pertarungan yang khusus.

Maka tak heran kalau senjata yang satu ini begitu lekat dengan perkembangan sejarah Aceh dalam peradaban dan perjuangan.

Meukuree

Sama sih kayak senjata yang sebelumnya, Meukuree adalah salah satu jenis Rencong yang memiliki bentuk seni yang indah. Seni itu berupa hiasan yang terlukis di sepanjang bajanya, sering kali terlukis gambar lipan, bunga, ular, atau hiasan-hiasan menarik lainnya.

Dari penampakannya, senjata ini terlihat efektif untuk pertarungan jarak dekat. Tapi melihat daya tarik estetikanya, menunjukkan kalau senjata tradisional Aceh yang satu ini bukan senjata sembarangan. Tapi memiliki sesuatu yang khusus dan eksklusif.

Untuk gagangnya sering kali berwarna hitam, dibuat dengan dengan bahan yang tebal dan melengkung. Fungsi lengkungan ini adalah untuk memberikan kenyamanan ketika digunakan. Sarung Meukuree dibuat dari bahan tanduk kerbau yang kuat dan tak rusak.

Senjata ini juga mantap banget untuk menikam musuh, bentuknya agak garang, membuat daya bantainya lebih besar.

Pos Terkait:  Tari Pakarena Berasal Dari Daerah..

Siwah

Senjata yang satu ini hampir sama sih kayak Rencong, tapi tetap memiliki perbedaan. Namanya adalah Siwah, merupakan senjata tradisional Aceh langka. Tampilan dari senjata ini yang lebih elegan dan keren.

Untuk bahan pembuatan senjata ini adalah baja dan ganggangnya sama seperti Rencong. Ujung baja yang sangat tajam dan sarung yang tebal, benar-benar gagah dan mematikan. Ditambah dengan estetikanya yang beda, senjata ini jauh lebih wow pokoknya.

Secara umum, memang sih Siwah dipakai sebagai senjata untuk menyerang dan menusuk lawan. Senjata ini juga sering kali digunakan perlengkapan para raja.

Siwah juga sering kali diberi hiasan-hiasan yang terbuat dari bahan emas. Sama seperti senjata sebelumnya kan? Serta sarung dan gagang yang terbuat dari bahan permata. Benar-benar senjata tradisional yang mewah dan elegan.

Peudeung

Berlanjut pada senjata yang bernama Peudeung. Merupakan senjata tradisional Aceh yang mempunyai bentuk yang menyerupai pedang yang panjang dan menakutkan. Nama Peudeung adalah nama lain dari pedang dengan corak khas budaya Aceh, jadi nggak salah ya?

Senjata berfungsi sebagai senjata untuk menyerang. Kalau kalian lihat bentuknya sih sudah sangat terlihat banget kan? Bentuknya begitu gagah dan menakutkan kalau dibuat untuk perang jarak dekat. Terlihat kokoh dan mematikan.

Terbuat dari bilah baja yang diproses dengan khusus sehingga menciptakan senjata yang tajam dan kuat. Benar-benar efektif untuk mencincang, menebas tubuh lawan, dan sebagai senjata untuk mengalihkan perhatian lawan, jangan main-main ya guys!

Bisa-bisa gawat kalau terkena senjata yang satu ini. Ekslusif untuk peperangan dan pembunuhan.

Peudeung Tumpang Jingki

Kita masuk ke pembahasan senjata yang merupakan sub dari Peudeung yang udah aku jelaskan tadi, namanya adalah Tumpang Jingki. Merupakan salah satu jenis Peudeung yang memiliki ciri-ciri pada bagian mulut pedang yang terbuka sehingga terlihat unik dan langka.

Senjata yang satu ini didesain sederhana dengan baja berwarna hitam dan gagang yang terbuat dari kayu, akan tetapi memiliki daya tarik tersendiri. Jadi meski terlihat sederhana, tapi memiliki daya hancur dan kematian yang tinggi.

Senjata ini dibuat dari baja padat, terasa lebih berat, sehingga menghasilkan serangan yang lebih keras dan mematikan. Kalau kalian melihat langsung pedang yang satu ini, pasti bikin merinding, sebab terlihat garang, kokoh, dan begitu mematikan untuk jarak dekat.

Peudeung Ulee Meu-Apet

Kita tetap bahas senjata Tradisional Aceh yang merupakan sub dari Peudeung. Hampir sama sih dengan Peudeung Tumpang Jingki, Peudeung Ulee Meu-Apet mempuyai karakteristik berupa bilah baja yang panjang dan tajam.

Pos Terkait:  Suku Anak Dalam - Sejarah, Kebudayaan & Adat Istiadat

Nggak heran kalau cocok banget untuk melibas lawan dari jarak yang lebih jauh, kalau sebelumnya untuk jarak dekat, senjata tradisional yang satu ini naik level bisa efektif untuk jarak jauh. Keren kan? Aceh dibalik keanggunannya memang menampakkan sebuah kengerian yang nyata. 

Untuk nama Apet itu memiliki makna penahan gagang agar tidak lepas dari bajanya. Jadi pedang ini memiliki badan yang cukup kuat. Peudeung Ulee Meu-Apet cocok banget untuk menebas dan mencincang lawan dengan cepat, tergantung pemegangnya.

Peudeung Ulee Tapak Guda

Tetap di sub pembahasan senjata tradisional Aceh Peudeung. Untuk yang satu ini memiliki nama Ulee Tapak Guda. Memiliki ciri-ciri gagang yang mirip dengan telapak kuda, jadi nggak salah kalau namanya Tapak Guda.

Gagangnya terlihat begitu unik, jadi ciri khas yang menonjol pada pedang ini. selain itu, dihiasi dengan desain yang cukup sederhana dengan gagang, baja, dan sarung pedang.

Terlihat sama dengan Peudeung lainnya. Peudeung Ulee Tapak Guda efektif banget dipakai untuk mencincang lawan, benar-benar menakutkan. Jadi, kalian jangan main-main dengan senjata yang satu ini.

Jika kalian lihat bentuk dari senjata yang satu ini, nampak terlihat mewah dan tak biasa. Kharisma senjata ini bakalan bisa menakuti lawan yang melihat senjata yang satu ini.

Meriam Sri Rambai

Untuk senjata yang terakhir ini bernama Meriam Sri Rambai. Ya mungkin sudah agak modern sih, akan tetapi bisa jadi satu bukti sejarah kejayaan masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yang masih tersisa saat.

Meriam itu diletakkan kokoh dan gagah menghadap ke laut di Fort Cornwallis, George Town, Penang, Malaysia. Nampak keren dan menakjubkan sebagai saksi bisu kejayaan pemerintahan Aceh di zaman dulu.

Di zaman dahulu meriam ini sering kali dipakai untuk menyerang penjajah Aceh. Namun saat ini, budaya meriam masih ada eksistensinya. Malah sering kali meriam bermunculan saat bulan puasa Ramadhan, meski hanya sekedar ajang bermain saja. Tapi meriah dan keren.

Mungkin itu aja dulu pembahasan senjata tradisional Aceh yang harus kalian ketahui. Mulai dari Rencong, Peudeung, dan hingga meriam. Sungguh membuktikan sejarah kejayaan Aceh Darussalam di zaman dahulu. Keren banget deh.

Setelah kalian mengetahui informasi ini, kalian tentu wajib untuk ikut bangga dan melestarikan senjata tradisional dari wilayah Ujung Barat Indonesia ini.